Setiap orang pasti punya pengalaman yang membuat mereka belajar banyak hal baru. Begitu juga aku. Selama mengikuti kegiatan Saint Mary Way (SMW) aku merasakan banyak hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan. Dari mulai latihan, bekerja sama agar mendapatkan nada yang pas, sampai pada akhirnya tampil melayani di misa, semuanya itu meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, di artikel kali ini aku ingin menceritakan pengalaman Saint Mary Way-ku dengan menggunakan struktur SEE–JUDGE–ACT supaya lebih jelas dan mudah dipahami.
---
SEE
Kegiatan Saint Mary Way (SMW) tahun ini menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama aku ada di kelas 9. Dalam program ini aku memilih untuk masuk dalam kelompok paduan suara yang terdiri dari sembilan orang. Walaupun kami tidak terlalu banyak, suasana latihan selalu damai, hangat, dan penuh semangat. Kami harus berlatih selama beberapa hari sebelum pada akhirnya melayani, mulai dari akhir September sampai awal Oktober.
Gereja tempat kami melayani adalah Gereja Kamuning, lebih tepat nya di Jalan Kemuning No. 25, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40113. Kami harus datang pagi, sekitar jam 6.30, untuk latihan singkat sebelum misa dimulai. Ketika kami latihan di aula, suasananya tenang tapi penuh fokus. Kami mencoba menyatukan suara supaya saat misa nanti suaranya bagus dan pas.
Tidak semua lagu mudah. Ada lagu yang nadanya tinggi atau temponya cepat, jadi kami harus benar-benar memperhatikan arahan dari pemimpin koor agar bagus. Kadang ada teman yang telat masuk, lupa lirik, salah nada, tapi itu bukan masalah buat kami, tapi justru dari situ kami jadi belajar lebih banyak dan kita jadikan sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi.
---
JUDGE
Yang ketiga ada "percaya diri". Jujur saja, sebelum ikut Saint Mary Way, aku bukan orang yang pede untuk tampil di depan umum. Tapi karena aku harus bernyanyi di depan banyak orang saat misa, aku jadi pelan-pelan mulai berani. Aku belajar bahwa rasa takut itu bisa hilang kalau kita terus mencoba. Dan yang terakhir yang paling penting ada "nilai pelayanan". Aku belajar bahwa melayani bukan dari hal besar, tapi bisa mulai dari hal yang paling sederhana seperti hadir tepat waktu, bernyanyi dengan sungguh-sungguh, dan mempersembahkan suara terbaik kita. Melalui Saint Mary Way, aku merasa lebih dekat dengan Tuhan dan lebih mengerti apa itu arti memberikan hati dalam pelayanan.
---
ACT
Setelah mengalami banyak hal selama Saint Mary Way, aku membuat beberapa komitmen untuk diriku sendiri. Yang pertama, aku ingin tetap melayani Tuhan, entah melalui paduan suara atau kegiatan lain. Aku tidak ingin malas-malasan lagi kalau sudah menyangkut pelayanan. Yang kedua, aku ingin melatih suaraku secara rutin. Aku sadar bahwa untuk bisa bernyanyi dengan baik, aku harus terus berkembang. Aku tidak mau hanya mengandalkan latihan dadakan. Yang ketiga dan yang terakhir, ketika aku masuk SMA nanti, aku berkomitmen untuk mencoba ikut paduan suara lagi. Aku ingin memperluas pengalaman, mempelajari lagu-lagu yang lebih sulit, dan menjadi bagian dari pelayanan yang lebih besar.
Komitmen-komitmen ini bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi sebagai bentuk rasa syukurku atas kesempatan yang Tuhan berikan. Aku juga ingin memberikan yang terbaik, bukan karena dipaksa, tapi karena aku ingin melayani dengan hati.
Dan selama aku melakukan kegiatan Saint Mary Way, aku merasakan banyak hal: mulai dari lelah, senang, bangga, dan sedikit pusing karena ada nada lagu yang susah, tapi semuanya itu membuat pengalaman baru ku menjadi sangat berarti.














