Selasa, 09 Desember 2025

RECOUNT TEXT

On Sunday, 28 September, I had the opportunity to join the choir for the Mass at Kamuning Church. This activity was part of our school program called Saint Mary Way, which teaches us to serve others, work together, and grow in faith. I felt happy but also a little nervous, because singing in church is a big responsibility.


I arrived at the church at 6:30 a.m. with one of my friends. The morning air was cool, and the church area was still quiet. When we entered, the choir conductor welcomed us with a warm smile. She asked us to sit down and get ready for warm-up. We started with breathing exercises, simple vocal practice, and repeated the songs we had already learned at school. At first, I was worried that I might forget some parts, but practicing together made me feel more confident.


When the Mass was about to start, we quickly moved to our positions. More and more people began to arrive, and I could feel my heart beating faster. I kept reminding myself to stay calm and focus on the songs. Standing with my friends made me feel stronger, and I knew we could support each other. When it was time to sing, I took a deep breath and let my voice blend with the others. The harmony we created made the atmosphere peaceful, and I felt proud of how united we were.

As the congregation prayed and listened to the readings, I noticed how the music helped them feel calm and focused. Seeing their peaceful expressions made me happy, because I felt that our singing truly made a difference. During one of the hymns, we sang a song that we had practiced many times at school. I felt very proud at that moment because all our hard work was finally shown.


After the Mass ended, our teacher, who was also our choir coach, gathered us for a short evaluation. She thanked us for our effort and said that we had improved a lot. She also gave us some advice for the next practice. I felt grateful and satisfied, because serving through the choir taught me teamwork, discipline, and confidence. Being part of Saint Mary Way that day was a valuable experience that I will always remember.

Selasa, 02 Desember 2025

𝒮aint ℳary 𝒲ay



 Setiap orang pasti punya pengalaman yang membuat mereka belajar banyak hal baru. Begitu juga aku. Selama mengikuti kegiatan Saint Mary Way (SMW) aku merasakan banyak hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan. Dari mulai latihan, bekerja sama agar mendapatkan nada yang pas, sampai pada akhirnya tampil melayani di misa, semuanya itu meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, di artikel kali ini aku ingin menceritakan pengalaman Saint Mary Way-ku dengan menggunakan struktur SEE–JUDGE–ACT supaya lebih jelas dan mudah dipahami.

---

SEE


  Kegiatan Saint Mary Way (SMW) tahun ini menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama aku ada di kelas 9. Dalam program ini aku memilih untuk masuk dalam kelompok paduan suara yang terdiri dari sembilan orang. Walaupun kami tidak terlalu banyak, suasana latihan selalu damai, hangat, dan penuh semangat. Kami harus berlatih selama beberapa hari sebelum pada akhirnya melayani, mulai dari akhir September sampai awal Oktober.

Gereja tempat kami melayani adalah Gereja Kamuning, lebih tepat nya di Jalan Kemuning No. 25, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40113. Kami harus datang pagi, sekitar jam 6.30, untuk latihan singkat sebelum misa dimulai.  Ketika kami latihan di aula, suasananya tenang tapi penuh fokus. Kami mencoba menyatukan suara supaya saat misa nanti suaranya bagus dan pas. 

Tidak semua lagu mudah. Ada lagu yang nadanya tinggi atau temponya cepat, jadi kami harus benar-benar memperhatikan arahan dari pemimpin koor agar bagus. Kadang ada teman yang telat masuk, lupa lirik, salah nada, tapi itu bukan masalah buat kami, tapi justru dari situ kami jadi belajar lebih banyak dan kita jadikan sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi.

---

JUDGE 

Dari kegiatan Sainy Mary Way, ada banyak nilai yang aku dapat dan pelajari. Yang pertama ada "disiplin". Bangun pagi bukan hal yang mudah, apalagi kalau malam sebelumnya aku tidur agak larut. Tapi karena ini pelayanan, aku jadi belajar untuk tidak malas dan menghargai waktu dan mulai disiplin. Yang kedua ada "kerja sama". Dalam paduan suara, satu orang saja salah nada bisa membuat semuanya terdengar aneh. Karena itu kami harus benar-benar saling mendengarkan dan mendukung satu sama lain itu lah kerja sama. Aku jadi lebih paham bahwa dalam sebuah kelompok, semua orang punya peran masing-masing dan semuanya penting. 

Yang ketiga ada "percaya diri". Jujur saja, sebelum ikut Saint Mary Way, aku bukan orang yang pede untuk tampil di depan umum. Tapi karena aku harus bernyanyi di depan banyak orang saat misa, aku jadi pelan-pelan mulai berani. Aku belajar bahwa rasa takut itu bisa hilang kalau kita terus mencoba. Dan yang terakhir yang paling penting ada "nilai pelayanan". Aku belajar bahwa melayani bukan dari hal besar, tapi bisa mulai dari hal yang paling sederhana seperti hadir tepat waktu, bernyanyi dengan sungguh-sungguh, dan mempersembahkan suara terbaik kita. Melalui Saint Mary Way, aku merasa lebih dekat dengan Tuhan dan lebih mengerti apa itu arti memberikan hati dalam pelayanan.

---

ACT 


Setelah mengalami banyak hal selama Saint Mary Way, aku membuat beberapa komitmen untuk diriku sendiri. Yang pertama, aku ingin tetap melayani Tuhan, entah melalui paduan suara atau kegiatan lain. Aku tidak ingin malas-malasan lagi kalau sudah menyangkut pelayanan. Yang kedua, aku ingin melatih suaraku secara rutin. Aku sadar bahwa untuk bisa bernyanyi dengan baik, aku harus terus berkembang. Aku tidak mau hanya mengandalkan latihan dadakan. Yang ketiga dan yang terakhir, ketika aku masuk SMA nanti, aku berkomitmen untuk mencoba ikut paduan suara lagi. Aku ingin memperluas pengalaman, mempelajari lagu-lagu yang lebih sulit, dan menjadi bagian dari pelayanan yang lebih besar.

Komitmen-komitmen ini bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi sebagai bentuk rasa syukurku atas kesempatan yang Tuhan berikan. Aku juga ingin memberikan yang terbaik, bukan karena dipaksa, tapi karena aku ingin melayani dengan hati.

Dan selama aku melakukan kegiatan Saint Mary Way, aku merasakan banyak hal: mulai dari lelah, senang, bangga, dan sedikit pusing karena ada nada lagu yang susah, tapi semuanya itu membuat pengalaman baru ku menjadi sangat berarti. 


persiapan ulangan

 


Konversi bilangan

 SISTEM KOPUTER & KONVERSI BILANGAN

 

Sistem Komputer

Sistem komputer adalah sekumpulan alat komputer yang saling terhubung. Alat-alat ini bisa menerima input, menyimpan data, dan menghasilkan output. Contohnya ada CPU, keyboard, monitor, dan mouse. Semua alat ini bekerja sama supaya komputer bisa jalan dengan baik.

Nah secara umum nya, sistem komputer punya tiga komponen utama: perangkat keras, perangkat lunak, dan pengguna.


1. Perangkat Keras (Hardware)


Perangkat keras itu semua bagian fisik dari komputer, alias yang bisa kita pegang. Perangkat keras dibagi jadi empat bagian: input, yaitu alat untuk memasukkan data seperti keyboard dan mouse; Processing, yaitu bagian yang mengolah data, contohnya CPU; Storage, tempat menyimpan data seperti hard disk atau SSD; dan Output, yaitu perangkat yang menampilkan hasil pengolahan data, seperti monitor atau printer. Semua bagian ini bekerja bareng supaya komputer bisa menjalankan tugasnya.


 2. Perangkat Lunak (Software)


Perangkat lunak adalah program atau aplikasi yang bikin komputer bisa digunakan. Contohnya ada sistem operasi, seperti Windows, macOS, atau Linux, yang mengatur semua kerja komputer. Selain itu ada juga aplikasi, seperti Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint), browser (Google Chrome, Firefox), atau software edit gambar (Adobe Photoshop). Perangkat lunak ini membantu kita melakukan berbagai kegiatan sehari-hari di komputer.


3. Pengguna (User)


Pengguna adalah kita sendiri, orang yang memakai komputer untuk belajar, bekerja, atau hiburan. Tanpa pengguna, komputer cuma alat kosong yang nggak berfungsi. Kita yang memberi perintah dan membuat komputer bekerja sesuai kebutuhan.


Cara Kerja Sistem Komputer

Sistem komputer bekerja dalam beberapa tahap. Pertama, Input, data dimasukkan lewat keyboard, mouse, atau alat input lain. Kedua, Processing, data diproses oleh CPU sesuai program yang berjalan. Ketiga, Storage, data yang sudah diproses bisa disimpan di memori atau hard disk. Terakhir, Output, hasil pengolahan ditampilkan lewat monitor, printer, atau perangkat keluaran lainnya.

https://www.bilik-ilmu.com/2022/09/ringkasan-materi-sistem-komputer.html?utm_source=chatgpt.com  


Konversi Bilangan


Konversi bilangan adalah sebuah proses mengubah bentuk angka dari satu sistem ke sistem lain. Ada empat jenis yang paling umum: Desimal (basis 10), Biner (basis 2), Oktal (basis 8), dan Hexadesimal (basis 16).

1. Desimal

Sistem desimal adalah angka yang biasa kita pakai sehari-hari, yaitu 0–9. Digit yang paling kiri punya nilai terbesar, sedangkan digit paling kanan punya nilai terkecil. Misalnya angka 7805(10).


 2. Biner

Biner cuma punya dua angka, yaitu 0 dan 1. Sistem ini sering dipakai komputer karena cocok dengan sistem digital. Contohnya: 110110(2).

https://www.andalanelektro.id/2021/04/apa-itu-sistem-bilangan.html 

 3. Oktal

Oktal punya angka 0–7. Sistem ini berguna karena mudah dikonversi ke biner. Setiap **3 bit biner** bisa menjadi satu angka oktal. Misalnya: 2435(8).


 4. Hexa (Hexadesimal)

Hexadesimal punya angka 0–9 dan huruf A–F (A=10, F=15). Sistem ini juga mudah dikonversi ke biner, tapi tiap 4 bit biner menjadi satu angka hexa. Contohnya: 4BF(16). Hexa sering digunakan di pemrograman dan komputer untuk mempermudah penulisan bilangan besar.



OUTING

─── ⋆⋅☆⋅⋆ ──

𝜗ৎOUTING𝜗ৎ

Haiii haiii semuanya! Gimana kabar kalian? Kembali lagi sama aku, Rachel. Kali ini aku mau cerita pengalaman outing aku ke Batik Komar dan Komunitas Hong. Semoga kalian enjoy bacanya yaa! ✨

Jadi, pada hari Rabu, 24 September, paginya aku pergi ke sekolah kayak biasa. Saat di sekolah, kami  mulai dengan renungan pagi dan doa seperti biasa, terus setelah itu kami mempersiapakan yang akan kami bawa. Nah, sebelum berangkat juga, setiap kelompok bikin vlog singkat buat dokumentasi. Setelah itu, kami naik ke bus masing-masing. Perjalanan sekitar 30 menit, tapi karena rame sama teman-teman, cerita-cerita, foto-foto rasanya jadi cepet bangettt,  

Nah tempat pertama yang kita kunjungi adalah Komunitas Hong. Sesampainya di sana, kami disambut dengan pertunjukan dan permainan tradisional yang super seru! Kita diajak juga main bareng dan belajar banyak hal baru.Aku sama kelompokku belajar bikin burung dari daun kelapa muda, terus main permainan khas Jawa Barat bareng akang teteh di sana. Seru banget! 



Selain itu, kita juga dikasih mainan kincir angin, kalau diputar bunyinya lucu banget! Setelah puas main, kami istirahat sebentar dan makan siang bareng. Rasanya capek tapi bahagiaaa banget. 


Setelah dari Komunitas Hong, kita lanjut ke Batik Komar. Disana banyak banget batik dengan motif yang unik-unik dan cantik-cantik. Kita dijelasin tentang apa itu batik, jenis-jenis batik, dan cara pembuatannya. Terus, kita diajak bikin batik sendiri! Kita menggambar, mengecap, dan mewarnai batik bareng teman-teman. Seru banget karena bisa langsung praktek dan lihat hasil karya sendiri. 


Setelah seharian penuh kegiatan seru, akhirnya kita balik ke sekolah dan pulang ke rumah masing-masing. Dari outing ini aku belajar banyak hal baru, mulai dari permainan tradisional sampai batik, dan aku jadi lebih menghargai budaya kita sendiri. Semoga kita semua bisa terus menjaga dan melestarikan budaya Indonesia yaaa! 


────୨ৎ────


Oke deh teman-teman, itu aja cerita outing aku kali ini. Terima kasih udah baca blog aku, sampai jumpaa! Papaaayyy! ✌️💖


RECOUNT TEXT

On Sunday, 28 September, I had the opportunity to join the choir for the Mass at Kamuning Church. This activity was part of our school progr...